Selasa, 19 Maret 2013

3 Mahasiswa Tewas, 17 Terjebak di Gua Gunungkidul

(ANTARA/Sigid Kurniawan)
Latihan caving yang diikuti mahasiswa berbagai universitas jadi duka.
Para penelusur gua (caver) sedang menuruni gua vertikal di Gunungkidul, Yogyakarta.


VIVAnews – Sebanyak 20 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang mengikuti kegiatan pendidikan caving (menelusuri gua) yang digelar Federasi Speleologi Indonesia, terjebak di dalam Gua
Seropan II, Dusun Serpeng, Desa Candirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa malam 19 Maret 2013.

Dari 20 mahasiswa itu, 17 orang berhasil diselamatkan tim evakuasi dari Federasi Speleologi Indonesia, sedangkan tiga lainnya tewas terjebak di dalam gua yang memiliki kedalaman mencapai 40 meter.

Presiden Federasi Speleologi Indonesia, Cahyo Alkantana, mengatakan kejadian nahas yang menimpa 20 mahasiswa itu berawal ketika mereka melakukan caving dengan menuruni Gua Seropan, dibantu oleh instruktur dari Federasi Speleologi Indonesia.

Awalnya tidak ada kendala yang berarti, namun Selasa sore sekitar pukul 17.00 WIB, tiba-tiba hujan lebat terjadi dan mengakibatkan 20 orang terjebak di dalam Goa Seropan yang berbentuk vertikal. “Jadi saat pertama kali menuruni Gua Seropan, tidak ada masalah. Tapi setelah tiba di dalam gua, tiba-tiba hujan lebat, dan semua perserta terjebak,” kata Cahyo.

Kondisi semakin buruk karena arus deras menyerbu ke dalam gua. Tiga mahasiswa pun gagal diselamatkan dan mereka ditemukan tewas beberapa saat kemudian. “Saat ini satu korban tewas berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat dari Federasi Speleologi Indonesia dan dibawa ke RSUD Wonosari,” ujar Cahyo.

Tim penyelamat semalam terus berupaya mengevakuasi dua korban tewas lainnya yang masih berada di dalam gua. Evakuasi sendiri cukup sulit karena kondisi medan sangat berat. Dalam gelap, tim harus menuruni gua sedalam 40 meter yang sangat curam itu.

Baru dini hari tadi, Rabu, sekitar pukul 01.00 WIB, dua korban tewas yang terjebak di dalam gua berhasil dievakuasi dan langsung dikirim ke RSUD Wonosari. Hingga saat ini belum diketahui persis identitas ketiga korban yang tewas dalam pelatihan caving itu.

Pendidikan caving dari Federasi Speleologi Indonesia itu terbagi menjadi tiga kelompok. Total keseluruhan peserta adalah 60 orang dari berbagai universitas di Indonesia, dengan melibatkan 14 instruktur. Mereka peserta itu dibagi tiga dengan masing-masing kelompok terdiri dari 20 orang.

Tiap kelompok itu kemudian memasuki gua yang berlainan untuk berlatih menelusuri gua. Kegiatan pendidikan caving tersebut dilakukan mulai tanggal 15 Maret hingga 21 Maret 2013.

Sumber : viva.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar